UltraISO merupakan salah satu software yang berfungsi untuk membuat, edit dan konversi file ISO. Dengan UltraISO sobat blogger bisa melakukan ekstrak file ISO dan selanjutnya membakarnya ke dalam kepingan CD/DVD layaknya Program Nero. Oiya,, Sobat blogger juga bisa membuat file ISO dari CD/DVD atau hardisk anda. ..........
Baca Selengkapnya >>>
New 7 Wonders adalah web global resmi yang di tujukan untuk voting 7 keajaiban dunia yang baru. Untuk info lebih lanjut, buka ajah web nya !!!
www.new7wonders.com
Anda kabita dengan Facebook Badge seperti milik saya??? hahahaha...
Nih caranya !!!
1. Login facebook
2. Buka profile/profil
3. Klik "Buat Lencana Profil"
4. Lalu Klik "Create Badge"
5. Sekarang sunting tampilannya !!!
6. Setelah kamu yakin, klik tombol "save" nanti akan terlihat tampilan seperti di atas, Kamu tinggal mengcopy kode script / html yang muncul dan memasang di Blog kamu.7. Tadaaaa !!! Hahaha... Selesai !!!

Jika anda kesulitan mengupdate avira secara online karena masalah internet lemot atau kelamaan nunggu apdet,, kami punya solusi untuk anda. hahaha...
Baca Selengkapnya >>>
New Features:
- Add the function of customizing tab font.
- Add the function of customizing the font size of the tab.
- Add “Open” item in the right-click menu.
Improvement:
- Improved error indication of some operations.
- Improved the tab color customizing in the setting center.
- Improve user experience.
Cara Instal Agar Full Version :
- Instal program Office Tab.
- Close program (jangan di launch)
- Copy dan paste file OfficeTabFunction.dll ke C:\Windows\System32
- Masukan serial number yang sudah disertakan dalam paket download.
Click here to download
"Kami melihat tembok air berwarna putih menuju ke arah kami," tutur seorang saksi
Kamis, 28 Oktober 2010, 11:44 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu
Dua warga Australia yang selamat dari tsunami di Mentawai (AP Photo/Achmad Ibrahim)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Gempa bumi dan tsunami yang menghantam Kepulauan Mentawai awal pekan ini tidak hanya menimbulkan malapetaka bagi penduduk setempat. Sejumlah warga Australia turut merinding saat mengenang kembali amukan alam itu.
Para turis saat itu sedang berselancar dan menikmati keindahan pemandangan laut di lepas pantai Kepulauan Mentawai. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa liburan itu berlanjut dengan perjuangan meloloskan diri dari maut. Sejumlah saksi mengungkapkan ketegangan mereka itu ke media massa Australia
Cerita dimulai saat dua kapal sewaan yang berisi sekelompok warga Australia melepas jangkar di laut pulau Pagai Selatan, Sumatra Barat, Senin sore, 25 Oktober 2010. Mereka tengah beristirahat setelah menikmati laju ombak besar di perairan tersebut.
Kapal MV Midas dan Freedom 111 tidak menyadari bahwa pada Senin malam, pukul 21.42 WIB, terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi di dasar Samudera Hindia. Sekitar 15 menit kemudian, muncul gelombang raksasa dan melibas semua yang dilaluinya.
Kapten kapal Midas, Rick Hallet, mengatakan bahwa para penumpangnya yang terdiri dari sembilan warga Australia sedang bersantai di geladak saat mereka merasakan guncangan yang diikuti oleh suara bergemuruh.
“Kami merasakan sedikit guncangan di bawah kapal, lalu dalam hitungan menit kami mendengar suara bergemuruh yang hebat,” ujar Hallet seperti dilansir dari laman harian Couriermail.
Hallet langsung dapat menduga bahwa yang didengarnya adalah gemuruh tsunami, dan dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Saya langsung mengira bahwa itu adalah tsunami dan melihat ke laut. Saat itulah kami melihat tembok air berwarna putih menuju ke arah kami,” ujar Hallet dari kediamannya di Sydney.
“Pantai hanya berjarak beberapa ratus meter dan dinding air putih itu melaju dari arah lain. Sangat menakutkan,” lanjut Hallet lagi.
Kapal Freedom 111 yang membawa enam warga Sydney adalah yang pertama merasakan tsunami. Hallet mengatakan bahwa kapal yang dijangkarkan tepat disamping kapalnya tersebut terbawa gelombang dan menuju tepat ke arahnya.
“Gelombang besar mengangkat kapal dan membawanya ke arah kami dan langsung menabrak. Kapal kami meledak dan terbakar. Api terlihat di geladak belakang dan merambat ke seluruh kapal dalam hitungan detik,” ujar Hallet.
Hallet langsung memerintahkan awak kapal dan para penumpang untuk melemparkan semua yang bisa mengapung ke laut. Lalu mereka semua menyelamatkan diri dengan melompat ke arus deras Samudera Hindia.
“Sekelompok orang yang terdiri dari enam atau tujuh orang tersapu hingga 200 meter ke tengah pulau. Beberapa lainnya tidak tersapu sejauh itu, namun segera setelah gelombang berhenti, kami memanjat apapun yang bisa dipanjat setinggi mungkin. Lalu terjadi lagi, mungkin, empat gelombang tsunami di bawah kami selama hampir setengah jam,” tutur Hallet.
Kapten kapal Freedom III, Lee Clarke, mengatakan bahwa para penumpang dan awak kapalnya tersapu hingga ratusan meter ke dalam hutan. Mereka semua ditemukan selamat dengan hanya mengalami luka ringan.
“Semuanya selamat, syukurlah, saya sangat senang,” ujar Clarke seraya menambahkan bahwa para penumpang ingin pulang ke negaranya secepatnya.
Clarke yang telah menyewakan kapal di pulau Mentawai selama enam tahun mengatakan bahwa itu adalah pengalaman terburuknya selama ini. Jika tidak terjadi tsunami, seharusnya pelayaran itu adalah yang terakhir sebelum Freedom III menuju Thailand. Bagi kapal Midas, pelayaran itu juga merupakan yang terakhir pada musim selancar tahun ini.
Namun, nasib baik tidak dialami oleh kapal Southern Cross yang turut juga dalam rombongan kapal mereka. Kapal tersebut beserta sembilan warga Australia di atasnya hilang tersapu tsunami dan kehilangan kontak.
Barulah pada Selasa, 26 Oktober 2010, kapal mereka ditemukan dengan seluruh penumpang selamat. Kapal tersebut mengalami gangguan sinyal komunikasi sehingga tidak bisa menghubungi siapa-siapa.
• VIVA news
Pakar geodesi dari ITB angkat bicara mengenai dua bencana yang terjadi hampir bersamaan.
Kamis, 28 Oktober 2010, 06:05 WIB
Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam
Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta pada Selasa 26 Oktober 2010 (Antara/ Wahyu Putro A)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Senin 25 Oktober 2010, pukul 21.42 WIB, sebuah gempa berkekuatan 7,2 skala Richter terjadi di barat daya Pulau Pagai, Mentawai, Sumatera Barat. Sebuah tsunami pun lahir, menghantam kawasan pantai barat gugusan kepulauan di kabupaten terluas di Sumatera Barat itu.
Kurang 24 jam, pada Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.02 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama setelah dari sebulan sebelumnya dinyatakan bahaya. Erupsi-erupsi menghasilkan awan panas yang kemudian diketahui menewaskan 29 orang termasuk Juru Kunci Merapi, Mbah Maridjan.
Apakah dua peristiwa alam ini terkait satu sama lain?
Pakar Geodesi dari Institut Teknologi Bandung, Hasanuddin Z Abidin, menyatakan kedua peristiwa ini berjauhan lokasinya. Menurutnya, terlalu spekulatif apabila menyimpulkan kedua bencana itu ada keterkaitan satu sama lain.
"Terlalu jauh. Saya rasa nggak berhubunganlah," kata Hassanudin dalam perbincangan telepon dengan VIVAnews, Rabu 27 Oktober 2010.
"Mentawai kita ketahui memang dari dulu sering terjadi gempa, sementara aktifitas Merapi itu pun memang ada siklusnya. Lagipula gunung-gunung yang lebih dekat dengan Mentawai seperti misalnya yang ada di Padang saja, itu tidak menunjukkan reaksi apa-apa terkait gempa Mentawai. Jadi menurut saya, terlalu spekulatif kalau menghubungkannya. Mungkin hanya kebetulan saja waktunya sangat berdekatan," kata Hasanuddin.
Ketika ditanya apakah akan ada gempa yang lebih besar lagi di Mentawai setelah gempa dahsyat yang terjadi 25-26 Oktober kemarin, Hasanuddin menegaskan hal itu bisa saja terjadi. "Itu biasa, suatu tempat kalau sudah pernah terjadi gempa pasti nanti akan terjadi lagi gempa di tempat itu. Cuma saja kapan waktunya ini yang susah diprediksi," katanya.
Variasi waktu gempa susulan itu berbeda-beda, tambah Hasanuddin. Bisa dalam hitungan jam, hari, bulan, bahkan ada yang tahunan.
"Biasanya kalau gempa yang besar, itu akan butuh waktu lama untuk terjadi gempa lagi. Mentawai kan kemarin kekuatannya 7,2 skala richter, termasuk besar, nah ini akan akan butuh waktu lama untuk terjadi gempa besar lagi. Makanya menurut saya tidak dalam waktu dekat ini akan terjadi gempa besar lagi, karena dia mesti menyimpan energi dalam waktu lama," kata Hasanuddin.
Kawasan terkena tsunami di Mentawai
Penekanan Mitigasi
Hasanuddin menyatakan, yang paling penting dalam penanganan bencana ini adalah mitigasi. "Pemerintah seharusnya lebih care (peduli) dengan riset-riset kebencanaan yang di hulu," katanya.
Riset-riset hulu yang dimaksud itu adalah yang mengenai peringatan dini (early warning), studi potensi bencana, atau identifikasi bencana. "Kita sangat lemah dalam soal early warning. Menurut saya, pemerintah sangat kurang perhatian dalam mitigasi bencana. Saya sering gregetan," katanya.
Mestinya kalau pemerintah serius menaruh perhatian dalam mitigasi bencana, studi atau riset kebencanaan yang ada bisa bermanfaat untuk memperkirakan kapan terjadi bencana dan mengantisipasinya sehingga sedapat mungkin tidak ada kerugian dan korban yang besar.
Hasanuddin meminta pemerintah agar memasukkan juga studi kebencanaan sebagai prioritas perhatian. "Memang studi kebencanaan tidak menghasilkan uang, tetapi itu kan penting, karena bencana ini adalah bahaya laten dan dampaknya juga costly (biaya tinggi). Indonesia ini masuk daerah yang sering terjadi gempa. Jangan selalu repot bertindak setelah kejadian," katanya. (hs)
• VIVA news
Photo Makeup Editor is a photo retouching and virtual makeup software. You can make your photo more beautiful and even change your style! The program offers 10 unique face enhancement tools. It lets you achieve outstanding results in minutes, making the photo truly glamorous!
Key Features :
- Apply lipstick, rouge, eye shadow, and powder.
- Apply line eyelids and change eye color.
- Reduce or remove wrinkles. Fix skin blemishes.
- Reshape any aspect of the face and body.
- Allows you to lighten up the skin or add a suntan.
- Change hair color or even highlight hair.
- Change facial expression. Create attractive smile.
- Adjust brightness, contrast and color on the face.
(Released: Sep 02, 2010)
- Added capture of new video formats in online media players
- Fixed system crashes caused by advanced integration driver




